LONDON--Himajur: Klub yang kini mendapat julukan Pembunuh Raksasa, Barnsley, berpeluang besar tampil di partai puncak perebutan Piala FA tahun ini. Hasil undian semifinal, Senin (10/3), Barnsley akan menghadapi klub divisi satu lainnya, Cardiff City.
Sementara semifinal lainnya akan saling berhadapan satu-satunya wakil Liga Primer yang masih tersisa, Portsmouth menghadapi klub divisi satu lainnya, West Brom. Ini merupakan kali pertama dalam 100 tahun semifinal Piala FA hanya diikuti satu klub Liga Primer.
Di atas kertaa, Barnsley, yang menyingkirkan Liverpool dan Chelsea, memiliki peluang lebih besar di banding Cardiff untuk lolos ke final. Namun pelatih Barnsley, Simon Davey tidak memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
"Anda mungkin berpikir kami ingin menghindar melawan Portsmouth. Namun kami telah menyingkirkan dua klub Liga Primer di babak selanjutnya," jelas Davies.
"Cardiff tim yang bagus. Musim ini kami menghadapi mereka di kandang dan imbang 1-1. Mereka memainkan sepak bola yang bagus. Namun hanya 90 menit menuju partai final dan kami menantikan saat itu," imbuhnya.
Bagi Cardiff, ini merupakan semifinal pertama sejak mereka merebut juara Piala FA tahun 1927.
Di semifinal lainnya, Portsmouth dijagokan akan lolos ke gfinal. Bahkan, rumah-rumah taruhan menjagokan klub asuhan Harry Redknapp ini menjadi juara setelah terakhir kali menjadi kampiun Piala FA tahun 1939.
Portsmouth memang memiliki optimisme besar merebut gelar juara tahun ini. Terlebih mereka mampu menjungkalkan Setan Merah. "Setelah mengalahkan Manchester United, kami tidak takut kepada siapapun," ujar chief executive Portsmouth, Peter Storrie. (AFP/OL-06/H-1)
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
11 Maret 2008
LONDON--Himajur: Klub yang kini mendapat julukan Pembunuh Raksasa, Barnsley, berpeluang besar tampil di partai puncak perebutan Piala FA tahun ini. Hasil undian semifinal, Senin (10/3), Barnsley akan menghadapi klub divisi satu lainnya, Cardiff City.
Sementara semifinal lainnya akan saling berhadapan satu-satunya wakil Liga Primer yang masih tersisa, Portsmouth menghadapi klub divisi satu lainnya, West Brom. Ini merupakan kali pertama dalam 100 tahun semifinal Piala FA hanya diikuti satu klub Liga Primer.
Di atas kertaa, Barnsley, yang menyingkirkan Liverpool dan Chelsea, memiliki peluang lebih besar di banding Cardiff untuk lolos ke final. Namun pelatih Barnsley, Simon Davey tidak memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
"Anda mungkin berpikir kami ingin menghindar melawan Portsmouth. Namun kami telah menyingkirkan dua klub Liga Primer di babak selanjutnya," jelas Davies.
"Cardiff tim yang bagus. Musim ini kami menghadapi mereka di kandang dan imbang 1-1. Mereka memainkan sepak bola yang bagus. Namun hanya 90 menit menuju partai final dan kami menantikan saat itu," imbuhnya.
Bagi Cardiff, ini merupakan semifinal pertama sejak mereka merebut juara Piala FA tahun 1927.
Di semifinal lainnya, Portsmouth dijagokan akan lolos ke gfinal. Bahkan, rumah-rumah taruhan menjagokan klub asuhan Harry Redknapp ini menjadi juara setelah terakhir kali menjadi kampiun Piala FA tahun 1939.
Portsmouth memang memiliki optimisme besar merebut gelar juara tahun ini. Terlebih mereka mampu menjungkalkan Setan Merah. "Setelah mengalahkan Manchester United, kami tidak takut kepada siapapun," ujar chief executive Portsmouth, Peter Storrie. (AFP/OL-06/H-1)
Sementara semifinal lainnya akan saling berhadapan satu-satunya wakil Liga Primer yang masih tersisa, Portsmouth menghadapi klub divisi satu lainnya, West Brom. Ini merupakan kali pertama dalam 100 tahun semifinal Piala FA hanya diikuti satu klub Liga Primer.
Di atas kertaa, Barnsley, yang menyingkirkan Liverpool dan Chelsea, memiliki peluang lebih besar di banding Cardiff untuk lolos ke final. Namun pelatih Barnsley, Simon Davey tidak memikirkan siapa lawan yang akan dihadapi.
"Anda mungkin berpikir kami ingin menghindar melawan Portsmouth. Namun kami telah menyingkirkan dua klub Liga Primer di babak selanjutnya," jelas Davies.
"Cardiff tim yang bagus. Musim ini kami menghadapi mereka di kandang dan imbang 1-1. Mereka memainkan sepak bola yang bagus. Namun hanya 90 menit menuju partai final dan kami menantikan saat itu," imbuhnya.
Bagi Cardiff, ini merupakan semifinal pertama sejak mereka merebut juara Piala FA tahun 1927.
Di semifinal lainnya, Portsmouth dijagokan akan lolos ke gfinal. Bahkan, rumah-rumah taruhan menjagokan klub asuhan Harry Redknapp ini menjadi juara setelah terakhir kali menjadi kampiun Piala FA tahun 1939.
Portsmouth memang memiliki optimisme besar merebut gelar juara tahun ini. Terlebih mereka mampu menjungkalkan Setan Merah. "Setelah mengalahkan Manchester United, kami tidak takut kepada siapapun," ujar chief executive Portsmouth, Peter Storrie. (AFP/OL-06/H-1)
Gagal di All England, Indonesia Tetap Optimistis Hadapi Olimpiade

JAKARTA--Himajur: Komandan pelatnas Olimpiade Bejing Mulyana tetap yakin bulu tangkis menjadi cabang yang dapat mempersembahkan emas. Meski di All England, Indonesia gagal meraih gelar.
Menurutnya kegagalan di turnamen super series bukan sebuah indikator besarnya peluang Indonesia merebut medali. Sebaliknya akan menjadi dasar untuk memacu dan mengoptimalkan atlet.
"Saya tetap yakin, apalagi setelah April tidak ada super series lagi, hanya (Piala) Thomas dan Uber. Sisa waktu yang ada nanti bulu tangkis akan lebih intens lagi latihannya," ujar Mulyana kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (11/3).
"Memang benar hasil super series bisa jadi ukuran, tapi bukan ukuran pasti," tegasnya lagi.
Keyakinan mempersembahkan medali itu juga diungkapkan oleh Mulyana, berdasarkan catatan sejarah penampilan bulu tangkis Indonesia di kancah Olimpiade. "Saya yakin bulu tangkis persembahjan medali, melihat dari tradisi emas di Olimpiade," tukas Mulyana.
Indonesia di All England, turnamen paling tua bulu tangkis, gagal merebut satu gelarpun. Bahkan satu-satunya wakil Indonesia di final, yaitu ganda campuran Nova Widianto/Lilyana Natsir harus bertekuk lutut dihadapan pasangan China Zheng Bo/Gao Ling.
Saat ini jumlah pebulutangkis yang masuk pelatnas sebanyak 18 orang. Namun jumlah pasti pemain Cipayung yang tampil di Olimpiade baru diumumkan oleh federasi bulu tangkis dunia (BWF) 1 Mei, setelah perhitungan ranking.
Untuk perhitungan itu, masih tersisa Swiss Super Series (12-16 Maret) dan Kejuaraan Asia pada April mendatang. (Rin/OL-03/H-1)
Langganan:
Postingan (Atom)
